LIKU PERJALANAN PMII

Goresan Tinta: LIKU PERJALANAN PMII

Pada pertarungan politik 1955, Nahdlatul Ulama menjadi salah satu partai besar di Indonesia. Pilihan NU untuk ikut masuk dalam dunia perpolitikan sehingga menjadi partai tidak lain adalah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat NU. Sebagai partai besar yang tentunya membutuhkan banyak kader, NU seringkali harus memberikan jabatan dan kedudukan eksekutif kepada orang-orang diluar NU, karena lemahnya Sumber Daya Manusia di internal NU. Oleh karena itu, dibutuhkan kader partai NU dari generasi muda nahdliyin yang berpendidikan perguruan tinggi.
Melihat kondisi tersebut para mahasiswa nahdliyin tergugah hatinya untuk membentuk wadah baru sebagai upaya pengembangan diri agar nantinya menjadi generasi penerus yang mumpuni di partai NU. Di sisi lain, kondisi obyektif menunjukkan bahwa mahasiswa sangat berbeda dengan siswa dalam hal keinginan, dinamika dan perilaku. Hal inilah yang mendorong mahasiswa nahdliyin untuk membentuk wadah baru di luar IPNU.